0 Comments

Tiga tahun pertama dalam dunia kerja merupakan fase krusial yang sangat menentukan arah karier seseorang. Pada masa ini, karyawan masih beradaptasi dengan budaya kerja, membangun reputasi profesional, serta memahami potensi dan minatnya sendiri. Sayangnya, banyak orang melakukan kesalahan karier di fase awal ini tanpa disadari, yang dampaknya baru terasa di tahun-tahun berikutnya.

Berikut adalah kesalahan karier yang paling sering terjadi dalam tiga tahun pertama bekerja, beserta pelajaran penting yang bisa diambil.

1. Terlalu Fokus pada Gaji, Mengabaikan Pengalaman

Gaji memang penting, tetapi pada awal karier, pengalaman dan pembelajaran memiliki nilai jangka panjang yang jauh lebih besar. Banyak fresh graduate berpindah-pindah pekerjaan terlalu cepat hanya demi kenaikan gaji kecil, tanpa memperhatikan apakah pekerjaan tersebut memberi ruang belajar dan pengembangan skill.

Akibatnya, mereka kehilangan kesempatan membangun fondasi karier yang kuat dan sulit bersaing di level berikutnya.

2. Tidak Proaktif Bertanya dan Belajar

Takut dianggap tidak kompeten membuat sebagian karyawan baru memilih diam ketika tidak memahami suatu tugas. Padahal, tiga tahun pertama adalah waktu terbaik untuk bertanya, belajar, dan melakukan kesalahan secara wajar.

Kurangnya inisiatif untuk belajar dapat membuat karyawan terlihat pasif dan sulit berkembang.

3. Mengabaikan Etika dan Sikap Profesional

Skill teknis memang penting, tetapi sikap profesional tidak kalah krusial. Datang terlambat, sulit dihubungi, tidak menepati janji, atau berbicara tidak sopan bisa merusak reputasi sejak awal karier.

Reputasi profesional yang buruk sulit diperbaiki dan bisa membatasi peluang karier ke depannya.

4. Tidak Membangun Relasi dan Networking

Banyak karyawan baru fokus menyelesaikan tugas tanpa membangun hubungan dengan rekan kerja, atasan, atau lintas tim. Padahal, networking internal sangat berpengaruh terhadap perkembangan karier.

Relasi yang baik dapat membuka peluang kolaborasi, pembelajaran, dan rekomendasi di masa depan.

5. Terlalu Takut Gagal

Takut melakukan kesalahan sering kali membuat karyawan enggan mencoba hal baru atau mengambil tanggung jawab lebih. Sikap ini justru menghambat pertumbuhan dan membuat karier berjalan di tempat.

Kesalahan di awal karier adalah bagian dari proses belajar, selama disertai tanggung jawab dan evaluasi.

6. Tidak Meminta Feedback

Tanpa feedback, sulit mengetahui apakah kinerja sudah sesuai harapan. Banyak karyawan baru menunggu penilaian formal tanpa pernah meminta masukan secara aktif.

Feedback membantu mempercepat proses belajar dan meningkatkan kualitas kerja.

7. Mengabaikan Pengembangan Diri

Tiga tahun pertama kerja seharusnya menjadi masa eksplorasi dan pengembangan skill. Mengandalkan pekerjaan harian tanpa belajar hal baru membuat kemampuan cepat stagnan.

Investasi pada diri sendiri, seperti belajar skill baru atau mengikuti pelatihan, akan sangat menentukan kemajuan karier.

8. Terlalu Nyaman di Zona Aman

Merasa nyaman terlalu cepat bisa menjadi jebakan. Karyawan yang enggan keluar dari zona nyaman cenderung sulit berkembang dan tertinggal dari rekan-rekannya.

Tantangan baru justru membantu mempercepat pertumbuhan profesional.

9. Tidak Punya Tujuan Karier Jangka Menengah

Banyak karyawan menjalani pekerjaan tanpa arah yang jelas. Tanpa tujuan, keputusan karier sering kali bersifat reaktif dan tidak strategis.

Memiliki gambaran tujuan 3–5 tahun ke depan membantu menentukan langkah yang lebih terarah.

10. Membandingkan Diri dengan Orang Lain Secara Berlebihan

Membandingkan diri dengan rekan kerja atau teman sebaya sering kali menimbulkan tekanan dan rasa tidak percaya diri. Setiap orang memiliki perjalanan karier yang berbeda.

Fokus pada perkembangan diri sendiri jauh lebih sehat dan produktif.

Kesimpulan

Kesalahan di tiga tahun pertama kerja adalah hal yang wajar, asalkan disadari dan dijadikan pelajaran. Fase awal karier seharusnya dimanfaatkan untuk belajar, membangun sikap profesional, memperluas relasi, dan mengenali potensi diri.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum di atas, karyawan dapat membangun fondasi karier yang kuat dan siap menghadapi tantangan di tahap selanjutnya.

Related Posts