0 Comments

Dulu, rencana karier 5 tahun dianggap sebagai tanda kedewasaan profesional. HR sering bertanya, “Lima tahun ke depan kamu mau jadi apa?”
Sekarang? Dunia kerja berubah cepat, jabatan baru muncul, dan teknologi terutama AI menggeser banyak peran. Jadi, masih relevankah punya rencana 5 tahun?

Jawabannya: penting, tapi dengan cara yang berbeda.

Kenapa Rencana 5 Tahun Masih Penting?

Rencana karier bukan soal menebak masa depan dengan detail yang kaku. Fungsinya lebih ke kompas, bukan peta final.

Beberapa manfaat utamanya:

  • Memberi arah saat harus ambil keputusan (pindah kerja, ambil proyek, lanjut sekolah).
  • Membantu menyaring peluang: mana yang mendukung tujuan jangka panjang, mana yang hanya distraksi.
  • Mengurangi rasa “jalan di tempat” dalam karier.

Tanpa rencana sama sekali, banyak orang bekerja keras tapi bingung kenapa tidak merasa berkembang.

Masalah Rencana 5 Tahun Versi Lama

Yang sering bikin rencana karier gagal adalah:

  • Terlalu spesifik jabatan: “5 tahun lagi harus jadi Manager X.”
  • Tidak mempertimbangkan perubahan industri.
  • Tidak memberi ruang untuk kegagalan atau pivot.

Akhirnya, saat realita tidak sesuai rencana, muncul frustrasi dan rasa “aku gagal”.

Rencana 5 Tahun Versi Dunia Kerja Modern

Alih-alih fokus ke jabatan, rencana 5 tahun sebaiknya fokus ke kapabilitas dan posisi nilai.

Contoh pendekatan yang lebih sehat:

  • Skill & kompetensi
    “Dalam 5 tahun, aku ingin kuat di data, leadership, dan stakeholder management.”
  • Level dampak
    “Aku ingin berada di posisi yang punya pengaruh pada pengambilan keputusan.”
  • Arah industri
    “Aku ingin tetap relevan di industri HR Tech / Digital / Finance.”

Dengan cara ini, rencanamu tetap relevan meskipun jabatan dan struktur organisasi berubah.

Bagaimana Menyusun Rencana 5 Tahun yang Fleksibel?

Gunakan 3 lapisan ini:

  1. North Star (arah besar)
    Nilai, gaya kerja, dan dampak yang ingin kamu ciptakan.
  2. Milestone 1–2 tahunan
    Skill apa yang ingin dikuasai? Pengalaman apa yang perlu dikumpulkan?
  3. Review rutin
    Evaluasi tiap 6–12 bulan. Boleh berubah, dan itu bukan kegagalan.

Rencana karier yang baik adalah yang boleh direvisi, bukan yang dipaksakan.

Jadi, Penting atau Tidak?

Punya rencana 5 tahun itu penting bukan untuk mengikat diri, tapi untuk:

  • tahu ke mana kamu sedang berjalan,
  • sadar kenapa kamu memilih suatu pekerjaan,
  • dan berani mengubah arah dengan sadar, bukan karena terpaksa.

Di dunia kerja yang cepat berubah, yang berbahaya bukan rencana yang berubah, tapi tidak punya arah sama sekali.

Related Posts