
Di era kerja yang serba cepat dan kompetitif, tuntutan untuk terus berkembang terasa semakin besar. Banyak profesional ingin mempelajari skill baru demi meningkatkan karier, menambah penghasilan, atau sekadar tetap relevan di industri. Namun pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah belajar skill baru sambil kerja full-time itu realistis?
Jawabannya: realistis, dengan pendekatan yang tepat.
Tantangan Belajar Skill Baru Saat Kerja Full-Time
Bekerja penuh waktu berarti sebagian besar energi, fokus, dan waktu terserap oleh pekerjaan utama. Beberapa tantangan yang umum dirasakan antara lain:
- Kelelahan fisik dan mental setelah jam kerja
- Waktu luang yang terbatas
- Sulit menjaga konsistensi belajar
- Ekspektasi hasil yang terlalu cepat
Jika tidak disikapi dengan strategi yang tepat, belajar skill baru justru bisa terasa membebani.
Kunci Utama: Strategi, Bukan Jam Belajar
Belajar skill baru bukan soal menambah jam belajar sebanyak-banyaknya, melainkan bagaimana mengelola waktu dan energi secara efektif.
1. Pilih Skill yang Relevan dengan Pekerjaan
Skill yang masih berhubungan dengan pekerjaan saat ini akan jauh lebih mudah dipelajari karena bisa langsung dipraktikkan.
Contoh:
- HR: people analytics, payroll system, HRIS
- Accounting: automation, advanced Excel, ERP
- Marketing: digital ads, analytics, AI content
Dengan cara ini, proses belajar sekaligus memberi nilai tambah pada pekerjaan sehari-hari.
2. Tetapkan Target Kecil dan Realistis
Alih-alih menargetkan belajar berjam-jam setiap hari, lebih baik fokus pada konsistensi.
Contoh target yang realistis:
- 20–30 menit per sesi
- 3–5 kali per minggu
Dalam jangka panjang, pola ini jauh lebih efektif dibanding belajar lama tapi tidak berkelanjutan.
3. Gunakan Metode Belajar yang “Capek-Friendly”
Setelah bekerja seharian, otak cenderung sulit menerima materi yang terlalu berat. Pilih format belajar yang ringan namun tetap fokus, seperti:
- Video singkat dan terstruktur
- Studi kasus praktis
- Latihan langsung dibanding teori panjang
Metode ini membantu menjaga fokus tanpa menambah stres.
4. Bangun Sistem, Jangan Mengandalkan Motivasi
Motivasi bisa naik turun, tapi sistem yang konsisten akan menjaga proses belajar tetap berjalan.
Contoh sistem sederhana:
- Jadwal belajar tetap
- Satu platform atau sumber utama
- Lingkungan belajar yang sama
Bahkan jika sedang lelah, cukup membuka materi selama beberapa menit sudah menjadi langkah maju.
5. Terima Progres yang Bertahap
Belajar sambil kerja berarti progres tidak selalu cepat. Ada masa di mana belajar terhenti atau terasa stagnan. Hal ini normal dan bukan tanda kegagalan.
Yang terpenting adalah tidak berhenti sepenuhnya.
Kesimpulan
Belajar skill baru sambil kerja full-time bukan hal yang mustahil, selama ekspektasi dan strategi disesuaikan dengan kondisi nyata. Prosesnya mungkin lebih lambat, namun konsistensi akan membuka peluang baru dalam jangka panjang.
Skill baru bukan sprint, melainkan investasi jangka panjang untuk karier dan masa depan profesional Anda.